Maninjau — Tim CEM2C yang dikomandoi oleh Dr. Zainal Abidin, S.Sn., M.Sn. memulai riset awal tentang metode adaptasi karya drama kaset Yus Dt. Parpatiah. Riset ini menjadi tahap awal dari kegiatan dokumentasi karya maestro yang didanai oleh Dana Abadi Kebudayaan melalui Program Indonesiana tahun 2025.
Dalam kegiatan ini, Tim CEM2C terdiri atas Dr. Zainal Abidin, S.Sn., M.Sn. sebagai ketua, bersama Dr. Adri Yandi, S.Sn., M.Sn., Deddy Desmal, S.Sn., M.Sn., Wahyu Nova Riski, S.Sn., MGMC, dan Abdul Rahman, S.Sn., M.Sn. Tim ini akan melakukan penelusuran awal terhadap karya-karya drama kaset Yus Dt. Parpatiah, terutama berkaitan dengan bentuk, struktur, karakter dramatik, serta kemungkinan metode adaptasi yang dapat digunakan dalam proses dokumentasi.
Riset awal tersebut menjadi langkah penting untuk membaca kembali nilai artistik, historis, dan kultural yang terkandung dalam karya drama kaset. Sebagai medium seni tutur yang pernah memiliki ruang tersendiri di tengah masyarakat, drama kaset menyimpan kekhasan pada gaya penceritaan, dialog, penggunaan suara, serta kedekatan emosional dengan para pendengarnya.
Melalui riset ini, Tim CEM2C berupaya merumuskan pendekatan adaptasi yang tidak hanya menjaga nilai asli karya, tetapi juga memungkinkan karya tersebut hadir kembali dalam bentuk yang lebih mudah diakses oleh generasi masa kini. Tahapan riset meliputi pengumpulan data awal, pemetaan karya, identifikasi unsur dramatik, serta kajian terhadap kemungkinan pengembangan format dokumentasi.
Dukungan Dana Abadi Kebudayaan melalui Program Indonesiana 2025 menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian karya maestro. Program ini membuka ruang bagi pendokumentasian karya Yus Dt. Parpatiah agar tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan, rujukan artistik, dan inspirasi bagi seniman, akademisi, peneliti, serta masyarakat luas.
Dengan dimulainya riset awal ini, Tim CEM2C menandai langkah awal dalam proses panjang pelestarian dan pewarisan karya drama kaset Yus Dt. Parpatiah. Hasil riset tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan metode adaptasi yang relevan, kontekstual, dan tetap menghargai kekuatan utama dari karya sang maestro.